Kompetensi merupakan sebuah konsep yang dapat diterjemahkan sebagai perpaduan antara keterampilan, pengetahuan, personal attribute yang dapat diketahui atau dilihat melalui perilaku cara kerja sehingga dapat diukur dan diamati untuk dievaluasi. Kompetensi ini secara garis besar dibagi menjadi dua, yaitu kompetensi manajerial dan kompetensi teknis.

Kompetensi manajerial merupakan komptensi yang berhubungan dengan kemampuan dalam mengelola pegawai dan menciptakan interaksi dengan pegawai atau orang lain. Sedangkan, kompetensi teknis adalah kemampuan yang berkaitan dengan fungsional pekerjaan yang ditekuni.

Kompetensi seseorang ini dapat dibuktikan dengan sertifikat. Dengan memiliki sertifikat kompetensi yang sesuai dengan profesi yang ditekuni, maka dapat memberikan banyak keuntungan dan manfaat. Salah satunya adalah dapat meningkatkan kredibilitas dan “daya jual” kemampuan diri di dunia profesional. Selain itu, mampu meningkatkan rasa percaya diri.

Oleh sebab itu, para tenaga kerja yang menginginkan sertifikat profesi dapat mengikuti kegiatan sertifikasi berbasis kompetensi yang biasanya diadakan oleh LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang sudah memiliki lisensi BNSP.

Sertifikasi berbasis kompetensi ini juga memegang peran penting bagi perkembangan dunia industri. Dengan mengikuti pelatihan sertifikasi berbasis kompetensi dapat mempersiapkan diri untuk melakukan proses mendapatkan sertifikat profesi lebih mudah. Karena biasanya diakhir pelatihan juga diadakan uji kompetensi untuk memperoleh serfikat profesi yang sesuai. Oleh sebab itu, penting bagi pekerja untuk mengikuti pelatihan berbasis kompetensi sesuai dengan bidang pekerjaannya.

Sertifikat profesi dapat menjadi bentuk pengakuan atas kompetensi atau kemampuan bagi pemiliki sertifikat tersebut. Selain itu, dengan adanya sertifikat profesi dapat memperluas kemungkinan pengembangan karier yang diinginkan. Sertifikat profesi ini juga dapat menjadi kebanggaan tersendiri atas pengakuan dari kompetensi yang dimilikinya.

Bahkan, dengan adanya sertifikasi ini juga akan berdampak baik bagi perusahaan tempat tenaga kerja tersebut pekerja, bagi masyarakat, dan juga bagi pemerintah. Karena adanya sertifikasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Selain itu, dengan adanya sertifikasi berbasis kompetensi ini dapat menurunkan penganguran dan meningkatkan kualitas pekerja dan perusahaan di bidang masing-masing yang sesuai.

 

2 thoughts on “Cara Mendapatkan Sertifikasi Kompetensi Bagi Para Tenaga Kerja”

    1. Tenaga kerja dalam mencari pekerjaan dibekali dengan sertifikasi profesi yang berbasis kompetensi. Memperoleh sertifikasi profesi dapat dilakukan di LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) yang sudah memiliki lisensi BNSP. Jadi pencari kerja tidak cukup hanya mengandalkan ijasah, tetapi juga perlu mengantongi sertifikasi profesi sebagai pengakuan kompetensi yang dimiliki oleh pencari kerja tersebut.
      Ada 3 jenis LSP yaitu:
      1. LSP pihak ketiga. Adalah LSP yang didirikan oleh asosiasi industri dan/atau asosiasi profesi dengan tujuan melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk sektor dan atau profesi tertentu sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.
      2. LSP pihak kedua. Adalah LSP yang didirikan oleh industri atau instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap sumber daya manusia lembaga induknya, sumber daya manusia dari pemasoknya dan /atau sumber daya manusia dari jejaring kerjanya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.
      3. LSP pihak kesatu industri. Adalah LSP yang didirikan oleh industri atau instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap sumber daya manusia lembaga induknya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP. Serta LSP pihak kesatu lembaga pendidikan dan /atau pelatihan. LSP yang didirikan oleh lembaga pendidikan dan atau pelatihan dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap peserta pendidikan/pelatihan berbasis kompetensi dan /atau sumber daya manusia dari jejaring kerja lembaga induknya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.

      Selain sertifikasi profesi yang diakui oleh BNSP, ada jenis sertifikasi lain yang dapat menunjang kompetensi di berbagai bidang:
      a. Vendor Based. Sertifikasi yang dikeluarkan oleh vendor teknologi tertentu. Contoh: CISCO, Oracle, Microsoft, VMWare, FESTO dsb
      b. Vendor Neutral. Sertifikasi yang dikeluarkan oleh suatu badan atau organisasi yang tidak terikat ke vendor manapun. Contoh: COMPTIA, EC-Council dsb

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *